Yuk, Kita Kenyangkan dan Senangkan Saudara Muslim Kita

Bagaimana rasanya saat kelaparan dan kehausan, tetiba ada yang kasih makanan dan minuman? Sesuatu bangets rasanya! Senang pastinya.

Dan, jangan salah, yang paling bahagia ternyata bukan yang mendapatkan makanan, akan tetapi dia yang memberi makanan.

Bagi orang yang memasukan rasa bahagia ke dalam hati saudaranya, niscaya Allah akan masukan pula rasa bahagia ke dalam hatinya dengan kadar yang lebih besar lagi, pahala yang berlipat, dan penggantian terbaik lagi berlipat ganda.

Dan yang pasti, membahagiakan hati orang beriman termasuk sebaik-baik amalan. Terkait hal ini, dalam suatu kesempatan, seorang sahabat bertanya kepada Nabi, “Siapakah manusia yang paling baik?”

Nabi ﷺ menjawab, “Orang yang memberi manfaat kepada orang lain.”

Sahabat itu bertanya lagi, “Amal apa yang paling utama?”

Dijawab oleh Nabi ﷺ, “Memasukkan rasa bahagia ke dalam hati orang beriman.” (HR Ath-Thabrani)

Sahabat, selagi ada kesempatan, jangan biarkan keutamaan ini begitu saja. Mari bergabung bersama kami dalam program spesial Berbagi Ta’jil di Tanah Suci. In syaa Allah, setiap rupiah yang kita donasikan akan membawa kebaikan berlipat bagi kita, di dunia dan akhirat.

📌 Sedekah Ifthar 3 Masjid :
An. Dompet Amal Pecinta Al-Qur’an
BSI : 7224887374
PROGRAM IFTHAR

📱Konfirmasi : (WA) 0821.3030.0121

Informasi Program Kunjungi Situs Resmi Kami :
www.dompetamal.com

Advertismentspot_img
Advertismentspot_img
Advertismentspot_img
Advertismentspot_img

Blog Terbaru

Memberi Itu Membahagiakan: Apa Kata Riset?

Jika diberi uang Rp100.000 dengan syarat harus dihabiskan hari ini, mana yang membuat lebih bahagia: membelanjakannya untuk diri sendiri atau untuk orang lain? Para...

Sedekah dan Ikhtiar Kesembuhan

Tujuh tahun seorang lelaki menderita luka di lututnya. Berbagai tabib sudah didatangi. Lalu seorang ulama memberinya resep yang tak terduga: galilah sumur. Resep dari Rasulullah Dalam...

Sedekah, Perisai dari Bala

Bayangkan seorang tawanan dengan tangan terikat, digiring untuk dieksekusi. Lalu ia menebus nyawanya dengan seluruh harta yang ia punya. Begitulah Nabi Yahya menggambarkan sedekah. Wasiat...