Tujuh tahun seorang lelaki menderita luka di lututnya. Berbagai tabib sudah didatangi. Lalu seorang ulama memberinya resep yang tak terduga: galilah sumur.
Resep dari Rasulullah
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah ﷺ bersabda:
دَاوُوا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ
Dâwû mardhâkum bish-shadaqah.
“Obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR Abu Dawud dalam Al-Marâsîl, Ath-Thabrani, dan Al-Baihaqi)
Para ahli hadits berbeda pendapat tentang kekuatan sanadnya. Al-Albani menilainya hasan, sementara sebagian ulama lain melemahkannya. Namun, para ulama salaf mengamalkan maknanya.
Kisah sumur Ibnu Al-Mubarak
Al-Baihaqi meriwayatkan bahwa seseorang datang kepada Abdullah bin Al-Mubarak. Ia mengeluhkan luka di lututnya yang tak kunjung sembuh selama tujuh tahun. Ibnu Al-Mubarak menyarankan, “Pergilah, galilah sumur di tempat yang orang-orang membutuhkan air. Aku berharap akan muncul mata air di sana dan darah (lukamu) berhenti.” Lelaki itu melakukannya, dan ia pun sembuh.
Menempatkan sedekah dengan tepat
Sedekah adalah ikhtiar spiritual, bukan pengganti ikhtiar medis. Rasulullah ﷺ sendiri bersabda bahwa setiap penyakit ada obatnya, dan bila obat itu tepat, sembuhlah ia dengan izin Allah (HR Muslim). Maka, berobatlah ke dokter, lalu iringi dengan sedekah dan doa.
Dengan begitu, kita menggabungkan dua sayap ikhtiar: sebab lahir melalui pengobatan, dan sebab batin melalui sedekah. Siapa tahu, kesembuhan justru datang dari doa orang yang kita tolong.
Referensi:
- Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Shahîh Al-Jâmi’ Ash-Shaghîr, No. 3358.
- Al-Baihaqi, Syu’abul Îmân, bab Az-Zakah (kisah Ibnu Al-Mubarak).
- Shahih Muslim, No. 2204 (dari Jabir bin Abdillah).





