Sedekah, Perisai dari Bala

Bayangkan seorang tawanan dengan tangan terikat, digiring untuk dieksekusi. Lalu ia menebus nyawanya dengan seluruh harta yang ia punya. Begitulah Nabi Yahya menggambarkan sedekah.

Wasiat Nabi Yahya

Rasulullah ﷺ mengisahkan bahwa Nabi Yahya bin Zakariya pernah mengumpulkan kaumnya di Baitul Maqdis dan menyampaikan lima perintah Allah. Salah satunya:

وَآمُرُكُمْ بِالصَّدَقَةِ، فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ أَسَرَهُ الْعَدُوُّ فَأَوْثَقُوا يَدَهُ إِلَى عُنُقِهِ وَقَدَّمُوهُ لِيَضْرِبُوا عُنُقَهُ، فَقَالَ: أَنَا أَفْدِيهِ مِنْكُمْ بِالْقَلِيلِ وَالْكَثِيرِ، فَفَدَى نَفْسَهُ مِنْهُمْ

Wa âmurukum bish-shadaqah, fa inna matsala dzâlika kamatsali rajulin asarahul-‘aduwwu fa autsaqû yadahu ilâ ‘unuqihi wa qaddamûhu liyadhribû ‘unuqah, faqâla: ana afdîhi minkum bil-qalîli wal-katsîr, fafadâ nafsahu minhum.

“Aku perintahkan kalian bersedekah. Perumpamaannya seperti seorang lelaki yang ditawan musuh. Mereka mengikat tangannya ke leher dan menggiringnya untuk dipenggal. Lalu ia berkata, ‘Aku tebus diriku dari kalian dengan harta sedikit maupun banyak.’ Maka ia pun menebus dirinya dari mereka.” (HR At-Tirmidzi dan Ahmad)

Kesaksian para ulama

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Al-Wâbil Ash-Shayyib menulis bahwa sedekah punya pengaruh menakjubkan dalam menolak bencana, bahkan bila pelakunya seorang pendosa, zalim, atau tidak beriman. Menurutnya, hal ini sudah dikenal luas oleh manusia, baik kalangan terpelajar maupun awam.

Sayyid Abdullah Al-Haddad dalam Risâlatul Mu’âwanah berpesan agar kita tidak meninggalkan sedekah setiap hari, sekalipun sedikit. Ia menyebut manfaatnya di dunia: menambah rezeki, menjauhkan dari kematian yang buruk, dan memberkahi harta. Di akhirat, sedekah menjadi naungan dan penghalang dari api neraka.

Catatan penting

Ungkapan populer “bala tidak dapat melangkahi sedekah” berasal dari riwayat yang sanadnya lemah. Namun, hadits Nabi Yahya di atas sudah cukup kuat menjadi dasar keyakinan bahwa sedekah adalah tebusan bagi diri. Karena itu, biasakanlah bersedekah sebelum bepergian, saat sakit, atau ketika hati sedang cemas.

Referensi:

  1. Sunan At-Tirmidzi, No. 2863 (dari Al-Harits Al-Asy’ari; hasan shahih).
  2. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Al-Wâbil Ash-Shayyib min Al-Kalim Ath-Thayyib.
  3. Sayyid Abdullah bin ‘Alawi Al-Haddad, Risâlatul Mu’âwanah.
  4. Musthafa Syaikh Ibrahim Haqqi, Sedekah Berbalas Kontan: Balasan Berlipat, Terhindar Musibah (terj. Yasir Wardana).
Advertismentspot_img
Advertismentspot_img
Advertismentspot_img
Advertismentspot_img

Blog Terbaru

Memberi Itu Membahagiakan: Apa Kata Riset?

Jika diberi uang Rp100.000 dengan syarat harus dihabiskan hari ini, mana yang membuat lebih bahagia: membelanjakannya untuk diri sendiri atau untuk orang lain? Para...

Sedekah dan Ikhtiar Kesembuhan

Tujuh tahun seorang lelaki menderita luka di lututnya. Berbagai tabib sudah didatangi. Lalu seorang ulama memberinya resep yang tak terduga: galilah sumur. Resep dari Rasulullah Dalam...

Sedekah, Perisai dari Bala

Bayangkan seorang tawanan dengan tangan terikat, digiring untuk dieksekusi. Lalu ia menebus nyawanya dengan seluruh harta yang ia punya. Begitulah Nabi Yahya menggambarkan sedekah. Wasiat...