Sedekah, Infak, dan Zakat: Apa Bedanya?

Tiga kata ini sering dipakai bergantian, bahkan di kotak amal masjid. Padahal, masing-masing punya wilayah dan aturan yang berbeda.

Sedekah sebagai payung besar

Sedekah adalah istilah paling luas. Ia mencakup semua amal kebaikan, baik berupa harta maupun bukan. Di bawah payung ini ada infak dan zakat. Menariknya, Al-Quran sendiri menyebut zakat dengan kata ash-shadaqât:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Innamash-shadaqâtu lil-fuqarâ’i wal-masâkîni wal-‘âmilîna ‘alaihâ wal-mu’allafati qulûbuhum wa fir-riqâbi wal-ghârimîna wa fî sabîlillâhi wabnis-sabîl, farîdhatan minallâh, wallâhu ‘alîmun hakîm.

“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” (QS At-Taubah, 9:60)

Perbandingan singkat

Aspek Zakat Infak Sedekah
Hukum Wajib Wajib (zakat, nafkah keluarga) atau sunnah Umumnya sunnah
Bentuk Harta tertentu Harta Harta dan nonharta
Syarat Nishab dan haul Tidak ada batas minimal Tidak ada batas minimal
Penerima Delapan golongan (asnaf) Lebih luas Lebih luas

Mengapa perlu dibedakan?

Pembedaan ini penting agar yang wajib tidak dianggap sunnah. Seseorang yang hartanya sudah mencapai nishab tidak cukup hanya rajin bersedekah. Ia tetap wajib menunaikan zakat. Sebaliknya, orang yang belum wajib berzakat tetap terbuka lebar pintu pahalanya lewat infak dan sedekah.

Singkatnya, zakat membersihkan harta, infak menggerakkan harta, dan sedekah menghidupkan seluruh kebaikan.

Referensi:

  1. Yusuf Al-Qaradhawi, Hukum Zakat (terj. Salman Harun dkk., Litera AntarNusa dan Mizan).
  2. Didin Hafidhuddin, Zakat dalam Perekonomian Modern (Gema Insani Press, 2002).
Advertismentspot_img
Advertismentspot_img
Advertismentspot_img
Advertismentspot_img

Blog Terbaru

Memberi Pinjaman kepada Allah: Kisah Abu Dahdah

Allah Mahakaya, tidak butuh apa pun dari hamba-Nya. Lalu, mengapa Dia memakai kata "pinjaman" saat mengajak kita bersedekah? Ayat yang menggetarkan مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ...

Sebutir Benih, Tujuh Ratus Biji

Adakah investasi yang menjanjikan keuntungan 70.000 persen tanpa risiko rugi? Di dunia bisnis mustahil. Namun, Al-Quran menawarkannya lewat sebuah perumpamaan dari ladang. Perumpamaan dari ladang Allah...

Tangan di Atas Lebih Baik

Siapa yang lebih beruntung: yang memberi atau yang menerima? Sekilas yang menerima, karena ia mendapat sesuatu. Ternyata, jawabannya justru sebaliknya. Pesan yang lengkap Rasulullah ﷺ bersabda: الْيَدُ...