Adakah yang Membawa Perbekalan Kita ke Akhirat Tanpa Upah?

Manakah yang paling nikmat: memberi sedekah atau mendapatkan sedekah? Bagi banyak orang, mendapatkan tentu saja lebih nikmat daripada mengeluarkan.

Namun, bagi sebagian lain, mengeluarkan sedekah jauh lebih nikmat daripada mendapatkan sedekah. Mengapa?

Karena, yang mereka jadikan tolok ukurnya adalah kenikmatan iman. Dengan bersedekah, mereka mendapatkan kenikmatan, kelapangan dan kebahagiaan yang tidak mungkin didapatkan oleh mereka yang menerima.

Maka, sedekah itu berat dan susah kalau yang dipikir hanya hilangnya harta dan kerugian dunia. Tapi, dia bisa menjadi sangat ringan, bahkan bikin ketagihan, manakala yang dipikirkan adalah kebaikannya bagi dunia akhirat kita.

Inilah yang dirasakan oleh kaum salafush shalih dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka. Simaklah salah satu ucapan Fudhail bin ‘Iyadh (wafat 187 H / 803 M), seorang sufi terkemuka yang menjadi gurunya banyak ulama.

Ketika melihat orang-orang mengambil sedekah darinya, dia berkata:

“Mereka membawa perbekalan kita ke akhirat tanpa upah sampai meletakkannya di dalam timbangan (mizan) di hadapan Allah Ta’ala.” (Raddul Bala’ bin Du’a, Musthafa Haqqi)

Semoga informasi ini bermanfaat ya

Ingin berlangganan Tausiyah Harian dari Team Tasdiqul Quran?

HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Informasi Program Kunjungi Situs Resmi Kami :
www.dompetamal.com
www.blog.dompetamal.com no
www.news.dompetamal.com
www.tasdiqulquran.or.id

Advertismentspot_img
Advertismentspot_img
Advertismentspot_img
Advertismentspot_img

Blog Terbaru

Memberi Itu Membahagiakan: Apa Kata Riset?

Jika diberi uang Rp100.000 dengan syarat harus dihabiskan hari ini, mana yang membuat lebih bahagia: membelanjakannya untuk diri sendiri atau untuk orang lain? Para...

Sedekah dan Ikhtiar Kesembuhan

Tujuh tahun seorang lelaki menderita luka di lututnya. Berbagai tabib sudah didatangi. Lalu seorang ulama memberinya resep yang tak terduga: galilah sumur. Resep dari Rasulullah Dalam...

Sedekah, Perisai dari Bala

Bayangkan seorang tawanan dengan tangan terikat, digiring untuk dieksekusi. Lalu ia menebus nyawanya dengan seluruh harta yang ia punya. Begitulah Nabi Yahya menggambarkan sedekah. Wasiat...