Ujian atau Hukuman, Bagaimana Cara Membedaknnya?

Hidup ini penuh dengan pertanda. Kala diberi kelapangan rezeki, itu tandanya kita harus banyak berbagi dan beramal dengan kelapangan itu. Kala diberi kesempitan rezeki, itu tandanya kita harus banyak tobat, bersabar, dan lebih serius menjemput rezeki yang telah ditebar-Nya.

Tidaklah Allah Ta’ala menakdirkan satu kondisi kepada hamba-Nya, kecuali Dia ingin, dengan sebab kondisi itu, sang hamba semakin dekat dengan-Nya sehingga dia layak mendapatkan aneka karunia terbaik dari-Nya.

Ini pula yang terjadi manakala seorang hamba ditimpa ujian yang tidak mengenakan dalam hidup.

Maka, Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra. pernah ditanya oleh seseorang, “Wahai Khalifah, bagaimana agar aku dapat membedakan antara ujian dan hukuman Allah di dalam hidupku?”

Beliau menjawab, “Hukuman adalah apabila engkau ditimpa musibah, kemudian dirimu semakin jauh dari Allah. Adapun ujian adalah manakala engkau ditimpa kesusahan dan engkau semakin dekat dan rapat kepada Allah.”

Terkait hadirnya ujian dalam hidup dan aneka kebaikan yang terkandung di dalamnya, kami kutipkan sejumlah kalam ulama sebagai inspirasi dan pemotivasi diri.

Ujian kepahitan adalah salah satu jalan tol untuk menuju gerbang surga. Dengan ujian inilah Allah berkenan menghapuskan tumpukan dosa dan menganugerahkan limpahan pahala.

Ada satu nasihat dari Mbah Moen (KH Maimoen Zubair), “Jangan pernah meremehkan kebaikan. Bisa jadi seseorang masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya. Akan tetapi, bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ketika musibah datang melanda.”

Maka, berprasangka baiklah kepada Allah Ta’ala atas apapun yang menimpa diri walau tampak tak enak. Sesungguhnya, senantiasa berprasangka baik kepada Allah Ta’ala adalah awal dari hadirnya aneka kebaikan dalam hidup.

“Janganlah membenci sesuatu yang Allah pilihkan untukmu. Sebab setiap musibah pasti dibalas, setiap sakit akan diganjar, setiap kehilangan pasti diganti, setiap sabarmu pasti dihargai. Kebaikan tidak datang kecuali setelah kamu berprasangka baik,” demikian di antara nasihat dari Syeikh Abdul Aziz bin Baz.

(03)

Dan ingatlah, seburuk-buruk dan seberat-berat musibah bukan pada hilangnya harta, kesehatan, hilang atau berkurangnya kenikmatan dunia. Musibah terbesar adalah saat hilangnya nikmat iman dari dalam diri.

Al-Habib Salim bin Abdullah Assyatiri mengatakan, “Musibah terbesar bagi seorang Mukmin adalah ketika dia tidak bisa merasakan nikmat beribadah kepada Allah karena urusan duniawi. Maka, janganlah engkau terjerumus ke dalam belenggu cinta dunia (yang melalaikan).”

Karena hidup adalah medan ujian, tempatnya kesusahan dan ketidaknyamanan, seorang Muslim layak untuk membawa sebanyak mungkin bekal kesabaran. Sehingga, semua kebaikan dari hadirnya ujian bisa didapatkan dan keburukannya bisa dihilangkan.

Ini sebagaimana dipesankan oleh Syeikh Abdul Qadir Jailani kepada putranya, “Wahai Ananda, sesungguhnya musibah tidak datang untuk membinasakanmu. Sesungguhnya, dia datang untuk menguji kesabaranmu dan imanmu.” (Zâdul Ma’ad, 2/102)

Semoga informasi ini bermanfaat ya

Ingin berlangganan Tausiyah Harian dari Team Tasdiqul Quran?

HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Informasi Program Kunjungi Situs Resmi Kami :
www.dompetamal.com
www.blog.dompetamal.com
www.news.dompetamal.com
www.tasdiqulquran.or.id

DAPAhttps://dompetamal.com
Dompet Amal Pecinta Al-Qur’an adalah sebuah Lembaga Filantropi islam yang menghimpun dan mendistribusikan dana zakat, infaq, sedekah dan wakaf (ZISWAF). Guna membangun kelompok masyarakat yang unggul dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi dan kesehatan melalui program Sahabat Dhuafa, Sahabat Dai, Sahabat Guru, Sahabat Petani, Sahabat Yatim Dhuafa, Sahabat Jompo, Sahabat Santri, Sahabat Pelajar dan Sahabat Difabel. Perjalanan dakwah dan syiar agama islam sejak pertama kali tahun 2015, kami telah menerima dan membagikan titipan wakaf Al-Qur’an dari para jamaah kepada pihak-pihak yang layak menerimanya, terutama pesantren, madrasah, sekolah umum, dan majelis ta’lim. Alhamdulillah ada tahun 2017 pada bulan Desember telah tersebar IQro sebanyak 3218 buku dan Mushaf Al-Qur’an sebanyak 18.204 eksemplar meliputi ; Al-Qur’an dengan terjemah, Al-Qur’an terjemah perkata dalam berbagai ukuran dan Mushaf Full Bahasa Arab, sedangkan pada tahun 2018 bulan desember tersebar Al-Qur'an sebanyak 7.225 eks dan Iqro sebanyak 150 buku. Kemudian pada tahun 2019 tersebar Al-Qur'an sebanyak 7.325 eks dan iqro sebanyak 327 buku. Alhamdulillah dari tahun 2017 hingga tahun 2022 telah tersebar 43.273 yang terdiri dari Al-Qur'an dan buku IQRO ke wilayah pulau jawa diantaranya daerah Jawa Barat, Gresik Jawa timur, Jabodetabek, Pekanbaru Riau, Aceh, Lampung, Banten, Palu, Papua, Banjarmasin, Pontianak, NTT, Bangka Belitung, Lombok, Ambon, dan Bali. Barang yang diwakafkan disalurkan hampir sebanyak 530 lembaga diantaranya ke pesantren, majelis ta'lim, madrasah, TPA dan sekolah umum. “VISI” : “Menjadi Lembaga Amil Penebar Beasiswa Terpercaya dan Terbesar di indonesia untuk membangun Generasi yang Unggul” "MISI" : •Mengelola manajemen zakat, infak, sedekah dan wakaf yang sesuai prinsip syariah dan peraturan negara •Mengembangkan program Dakwah dan Sosial untuk Ummat •Memberdayakan Mustahik dalam bidang Ekonomi •Membangun generasi beasiswayang Unggul MOTTO : "Sahabat Anda dalam Berbagi"

Selamat datang, di website kami. Silahkan Tinggalkan Pesan...

Advertismentspot_img
Advertismentspot_img
Advertismentspot_img
Advertismentspot_img

Blog Terbaru

Mereka yang Didoakan 75.000 Malaikat!

Jangan sepelekan usaha seseorang dalam memenuhi kebutuhan saudaranya, meringankan beban kehidupannya, atau memenuhi kebutuhan sesamanya, sesungguhnya amalan ini sangat dicintai Allah dan Rasul-Nya. Karena Allah...

Infaknya Orang Kaya Hati

Tidak semua orang kaya harta suka sedekah. Namun, siapa yang kaya hati, kaya iman, dan kaya pengharapan kepada Allah, dia pasti senang berbagi, suka...

Biar Kere Tapi Sedekah Jalan Terus!

Seminim apapun penghasilan kita, entah harian, pekanan, atau penghasilan bulanan, jangan pernah hilangkan pos infaq darinya. Boleh jadi, keistiqamahan kita dalam bersedekah menjadi wasilah senantiasa...

SUDAHKAH ANDA SEDEKAH HARI INI?

"Sedekah rahasia (tersembunyi) itu memadamkan amarah Ilahi"
(HR Thabrani dan Ibnu Asakir)
Nanti Saja
close-link